Minggu, 15 Desember 2019
MENGIKHTIARKAN JODOH
Saudaraku, jodoh memang tuhan yang menentukan; tapi jika ingin mendapatkannya kita diminta untuk ikhtiar. Bukan dengan diam menanti. Khadijah mengagumi baginda Nabi, apakah lantas beliau diam memendam cintanya? Tidak. Wanita yang mengungkapkan cintanya dijamin masuk surga. Singkat cerita, pernikahan yang agung itu pun berlangsung.
Jadi, ketika kita telah mengagumi akhlak dan agama seorang lelaki atau perempuan, sementara kita sudah siap menikah, maka sungguh menawarkan diri bukanlah tindakan nista dalam agama. Yang membuatnya tabu adalah tradisi kita yang menganggap bahwa wanita yang menawarkan diri itu adalah wanita yang murah. Astagfirullah, apakah kita hendak mengatakan siti Khadijah murahan? Nauzubillah.
Itu ikhtiar pertama: jemput jodohmu. Perbanyak silaturahmi, perbanyak ikut organisasi yang produktif, sering-seringlah menghadiri majelis yang mempertemukan orang orang saleh, jangan hanya mengurung diri dikamar sambil terus-terusan galau di facebook, whatsapp, twitter dan instagram. Kalau mencari jodohnya hanya didunia maya takutnya akan ketemu jodoh yang malah membuat kecewa
Dan ini paling penting, teruslah perbaiki diri. Ketika kita mengharap dipertemukan dengan jodog yang muliah, berusahalah mulai sekarang untuk memuliakan diri. Karena inilah janji Allah: orang baik akan dipertemukan dengan orang baik.
Terakhir, perbanyak doa, "Rabbi laa tadzarrnii fardan.. tuhanku jangan biarkan aku sendiri." Selain itu, perbanyak ibadah-ibadah mahdhah: menangis disepertiga malam, tekun kan Dhuha, rajin puasa sunnah, perbanyak sedekah. Ibadah itu bukan untuk menjemput jodoh. Itu ibadah dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah. Sudahlah, kalau kita sudah dekat dengan Allah, surga saja dikasih apalagi hanya Jodoh. Itu sangat mudah bagi Allah SWT.
Tentang dia yang pergi dan tak kembali..
Mungkin sudah saatnya beranjak dan pergi
Pada akhirnya penantian tidak selamanya berujung membahagiakan. Kita yang dulunya pernah berjanji untuk menetap akhirnya terpisahkan oleh sekat. Kau sudah bahagia bukan? Bagaimana dengan aku disini? Sampai detik ini definisi bahagia belum juga aku mengerti. Menyedihkan sekali~
Mungkin sudah saatnya beranjak dan pergi
Pada akhirnya penantian tidak selamanya berujung membahagiakan. Kita yang dulunya pernah berjanji untuk menetap akhirnya terpisahkan oleh sekat. Kau sudah bahagia bukan? Bagaimana dengan aku disini? Sampai detik ini definisi bahagia belum juga aku mengerti. Menyedihkan sekali~
Langganan:
Postingan (Atom)
MENGIKHTIARKAN JODOH
Saudaraku, jodoh memang tuhan yang menentukan; tapi jika ingin mendapatkannya kita diminta untuk ikhtiar. Bukan dengan diam menanti. Khadi...
-
Saudaraku, jodoh memang tuhan yang menentukan; tapi jika ingin mendapatkannya kita diminta untuk ikhtiar. Bukan dengan diam menanti. Khadi...
-
Tentang dia yang pergi dan tak kembali.. Mungkin sudah saatnya beranjak dan pergi Pada akhirnya penantian tidak selamanya berujung membah...